Senin, 29 November 2010

Banjir Rob di Semarang


Kota Semarang merupakan salah satu kota pesisir di Indonesia. Berdasarkan kondisi eksisting, kota Semarang sangat sering dilanda banjir rob. Hampir setiap hari menjelang malam, genangan air selalu terjadi dibeberapa daerah sebagai akibat dari banjir rob, bahkan sampai saat ini belum ada upaya penanganan yang sesuai untuk permasalahan ini dan beban pembangunan yang merambah wilayah pesisir juga semakin besar sehingga penurunan muka tanah di darat juga ikut berpengaruh terhadap terjadinya banjir rob (Kodoatie, 2003).

Daerah yang beresiko terhadap banjir rob yaitu wilayah pesisir Kota Semarang yang meliputi enam kecamatan yaitu Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, Gayamsari, Semarang Timur, Genuk dengan prediksi dan asumsi kenaikan air laut pada tahun 2050 nanti dan penurunan muka tanah sebesar 2-3 cm tiap tahun (Muhrozi, 2004).

Definisi Banjir Rob

Banjir rob merupakan bencana yang muncul berkaitan dengan siklus gerak bulan. Dengan demikian banjir ini berulang bulanan. Daerah yang terkena bencana ini adalah dataran pantai di daerah pesisir yang rendah atau daerah rawa-rawa pantai. Genangan banjir ini dapat diperkuat dengan banjir karena curah hujan. Jadi, banjir ini dapat terjadi lebih hebat di saat musim hujan (Kodoatie, 2003).

Penyebab Banjir Rob

Beberapa penyebab dari banjir rob di pesisir memang belum dapat dipastikan, namun pada beberapa kondisi terjadinya rob secara umum dapat disebabkan oleh;

1. Pasang-surut air laut dan posisi bulan yang menyebabkan gaya tarik.

2. Land Subsidence yang terjadi sebagai akibat dari beban pemanfaatan lahan yang ada di pesisir dan pengambilan air tanah yang berlebihan.

3. Perubahan pemanfaatan ruang di pesisir sehingga tidak ada daerah yang menjadi barier terjadinya banjir rob.

Tiga hal tersebut secara umum selalu ada didaerah yang rawan terhadap banjir rob sedangakln untuk perluasan daerah genangannya tiga faktor tersebut berbanding lurus yaitu semain tinggi tiga faktor tersebut maka luas genangan rob juga akan semakin besar (Kodoatie,2003).


Resiko Bencana Banjir Rob Akibat Kenaikan Muka Air Laut

Resiko sebagai akibat dari perubahan iklim didefinisikan sebagai kerugian yang mungkin timbul akibat perubahan iklim. Untuk mengetahui zonasi tingkat resiko suatu daerah terhadap bencana banjir rob perlu dilakukan analisis resiko guna mengkaji dan meneliti proses alam yang dapat menjadi sumber ancaman bencana akibat perubahan iklim.

Resiko biasanya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kerawanan (hazard) dan kerentanan (vulnerability). Kerawanan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mempunyai potensi untuk menimbulkan kerusakan, dalam hal ini kerawanan akibat naiknya muka air laut adalah banjir rob yang mengancam daerah pesisir. Sedangkan kerentanan adalah kondisi atau karakteristik biologis, geografis, ekonomi, social, politik, an budaya suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan masyarakat untuk mencegah, meredam, dan menanggapi dampak dari kerawanan bencana.Oleh karena itu seiring dengan berjalannya waktu, kerentanan biasanya lebih dinamis sesuai dengan perkembangan penduduk suatu wilayah serta perubahan lingkungan hidupnya (Diposaptono, 2008).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar