Senin, 25 April 2011

GANGGUAN PSIKOLOGIS PADA WANITA MENOPAUSE


1. Depresi Menstrual

Gangguan ini merupakan manifestasi dari kepedihan hati dan kekecewaan, bahwa wanita yang bersangkutan menjadi kurang lengkap dan sempurna disebabkan oleh berhentinya fungsi reproduksi dan haid.

Cara mengatasi gangguan psikologis tersebut yaitu dengan memberikan dukungan sosial yang meliputi :

a. Dukungan Informatif

1. Memberi konseling bahwa berhentinya haid adalah hal yang fisiologis dan akan dialami oleh semua wanita.

2. Memberikan nasehat agar wanita tersebut mau dan bisa menerima status quo (keadaan dirinya pada saat ini) dengan lapang dada.

3. Memberikan nasehat agar selalu mengkomunikasikan setiap masalah atau perubahan yang terjadi kepada suaminya serta mencari tahu lebih banyak tentang hal yang dihadapinya melalui media cetak, elektronik, dan lain-lain.

4. Memberikan nasehat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa contohnya dengan ibadah teratur dan memberi contoh-contoh pengalaman positif tentang wanita menopause.

5. Menganjurkan untuk berolahraga.

6. Memberikan latihan penanganan stress.

7. Memberikan nasehat untuk konsultasi ke dokter Obgyn atau psikolog bila perlu.

b. Dukungan emosional

1. Mempunyai perasaan empati terhadap wanita menopause.

2. Menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman, tenang, harmonis, dan saling pengertian dengan memberikan perhatian dan kepedulian kepada wanita menopause yang melibatkan anggota keluarga terutama suami.

c. Dukungan penghargaan

1. Memberikan penghargaan (rasa hormat) agar wanita tersebut merasa dihargai.

2. Memberikan dorongan/support agar wanita tersebut percaya diri.

d. Dukungan Instrumental

Dengan cara memberikan bantuan tenaga maupun materi terhadap apa yang dibutuhkan oleh wanita menopause (yang dilakukan oleh keluarga, teman, tetangga atau yang lain).

2. Ide delirius

Jika pada usia pubertas sudah pernah muncul predisposisi psiko somatis dan gejala psikis histeris, nafsu-nafsu petualangan dan gangguan psikis lain, maka pada usia klimakteris ini predisposisi dan gejala-gejala abnormal tadi akan muncul kembali. Biasanya gejala tersebut berisikan ide delirius (kegilaan).

Cara mengatasi gangguan psikologis tersebut yaitu dengan :

1. Memberikan nasihat agar lebih mendekatkan diri pada Tuhan.

2. Memberikan nasihat mengembangkan pikiran-pikiran atau ide yang positif dalam kehidupannya.

3. Masturbasi Klitoris

Ada kalanya pada wanita yang menopause timbul semacam kebutuhan seksual yang luar biasa seksualitasnya menjadi hangat membara lagi dan sensitif sekali sehingga wanita tersebut melakukan masturbasi klitoris (onani kelentit).

Cara mengatasi gangguan psikologis tersebut yaitu dengan :

a. Memberikan nasihat untuk memenuhi kebutuhan sex secara sehat dan hendaknya berkonsultasi ke ahli kebidanan (dr.Obgyn) untuk mendapat terapi.

b. Memberikan konseling bahwa hubungan sex bisa dilakukan walaupun oleh wanita menopause.

c. Mengkomunikasikan masalah pada suami dan diharapkan suami mau membantu serta memberi dukungan dalam memecahkan masalah.

4. Aktifitas Hipomanis Semu

Gangguan ini ditandai dengan seolah – olah wanita ini merasakan vitalitas hidupnya jadi bertambah. Ia merasa muda bagaikan gadis remaja dan selalu meyakinkan diri sendiri bahwa ia berambisi atau mampu memulai kehidupannya dari awal lagi.’

Cara mengatasi gangguan psikologis tersebut yaitu dengan memberi nasehat agar aktifitas yang dilakukan dapat mengarah ke hal-hal yang positif contohnya berolahraga, menghadiri ceramah, dll dan mengisi waktu dengan kegiatan yang memperdalam kebudayaan atau bakat, misalnya melukis, dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar