Selasa, 28 Desember 2010

Jantung dalam Sistem Peredaran Darah Pada Manusia



Tubuh manusia memerlukan alat transporgasi untuk mengangkut zat yang diperlukan untuk oksidasi dan respirasi maupun untuk mengangkut zat hasil proses tersebut. Sistem transportasi di dalam tubuh manusia terdiri atas: jantung, pembuluh darah, darah, dan getah bening.

a. Jantung

Jantung terletak di rongga dada sebelah kiri dan berfungsi sebagai pemompa darah. Jantung terdiri atas ruangan empat yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. Dinding bilik jantung memiliki otot yang lebih tebal dibandingkan dengan serambi jantung. Hal ini disebabkan kerja bilik jantung lebih berat, yaitu memompa darah ke luar jantung, sedangkan serambi jantung hanya memompa darah ke bilik jantung. Dinding bilik kiri lebih tebal daripada dinding bilik kanan, karena bilik kiri memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan bilik kanan hanya memompa darah ke paru-paru.

Antara serambi kanan dengan bilik kanan terdapat katup yang disebut valvula trikuspidalis. Antara serambi kiri dengan bilik kiri terdapat katup yang disebut valvula bikuspidalis. Katup-katup tersebut berguna untuk menjaga agar darah tidak kembali ke dalam serambi apabila bilik jantung memompa darah baik ke seluruh tubuh maupun ke paru-paru.

Jantung bekerja karena kontraksi otot jantung. Hal ini mengakibatkan mengembang dan mengempisnya bagian-bagian jantung. Bila serambi jantung mengembang darah masuk ke serambi. Serambi menguncup, darah dari serambi masuk ke dalam bilik, selanjutnya bilik menguncup darah keluar dari bilik jantung.

Denyut jantung terjadi jika otot jantung berkontraksi. Denyut jantung pada setiap orang berbeda-beda tergantung usia, berat badan, jenis kelamin, kesehatan, dan kegiatan. Denyut jantung orang dewasa yang sehat dalam keadaan biasa (istirahat) antara 60 – 80 denyutan per menit. Tekanan darah menjadi indicator untuk mengetahui kekuatan jantung memompa darah. Tekanan darah pada saat bilik berkontraksi dikenal dengn sistol. Sedangkan tekanan darah saat bilik relaksasi dikenal dengan diastole

b. Pembuluh darah

Pembuluh darah pada manusia dibedakan menjadi tiga macam yaitu pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.

1) Pembuluh nadi (arteri) adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung. Letaknya agak dalam tersembunyi dari permukaan tubuh. Dinding pembuluh darah kuat dan elastis. Denyutnya terasa dan mempunyai satu katup dekat jantung yang berfungsi menjaga agar darah tidak kembali ke jantung. Pembuluh nadi yang paling besar disebut aorta. Pembuluh ini berpangkal pada bilik kiri jantung. Pembuluh ini membawa darah yang kaya oksigen. Dalam tubuh ada juga aorta yang keluar dari bilik kanan jantung. Pembuluh ini membawa darah yang kaya karbondioksida menuju paru-paru.

2) Pembuluh balik (vena) adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Letaknya dekat permukaan kulit dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluh tipis dan tidak elastis. Denyutnya tidak terasa dan mempunyai katup di sepanjang pembuluh yang berfungsi agar aliran darah berlangsung satu arah. Pembuluh balik terdiri atas pembuluh balik tubuh berasal dari seluruh tubuh menuju serambi kanan jantung dan pembuluh balik paru-paru yang berasal dari paru-paru kiri dan kanan. Keduanya bersatu menuju ke serambi kiri jantung. Pembuluh balik tubuh mengangkut darah yang kaya karbondioksida. Sedangkan pembuluh balik paru-paru mengangkut darah yang kaya oksigen.

3) Pembuluh kapiler. Ujung pembuluh nadi yang terkecil dan ujung pembuluh balik yang terkecil dihubungkan oleh pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah ini sangat halus, letaknya tersebar di seluruh tubuh berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh.

c. Darah

Darah manusi tersusun atas plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah merupakan bagian yang cair. Komponen terbesar dari plasma darah adalah air, yaitu sekitar 90%. Di dalam plasma darah terlarut zat makanan (glukosa, asam amino, asam lemak, vitamin, dan mineral), hormone, dan zat sisa metabolism (CO2, ammonia, dan urea). Di dalam plasma darah terdapat protein yang menghasilkan zat fibrinogen yang berperan dalam pembekuan darah. Jika plasma darah dipisahkan fibrinogennya maka yang tertinggal cairan kuning yang disebut serum. Di dalam serum terkandung zat antibodi.

Sel darah merupakan bagian yang padat, terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Semua unsur tersebut tersusun menjadi cairan darah yang pada dasarnya berwarna merah.

1) Sel darah merah

Sel darah merah berbentuk bulat pipih, bagian tengahnya cekung (bikonkaf) dan tidak berinti. Warna merah pada sel darah merah karena mengandung hemoglobin yang berfungsi mengikat oksigen. Hemoglobin merupakan senyawa protein yang mengandung zat besi. Pada orang dewasa, tiap satu millimeter kubik darah terdapat ±5 jtua sel darah merah. Sel darah merah dibentuk di sumsum merah. Sel darah merah berumur + 120 hari. Setelah itu sel darah merah rusak dan dirombak di dalam hati dan limpa. Hemoglobin hasil perombakan digunakan untuk membuat zat warna empedu yang disebut bilirubin. Sedangkan zat besi yang terdapat pada hemoglobin terlepas dan digunakan untuk membentuk sel darah baru.

2) sel darah putih

Sel darah putih bentuknya tidak tetap, mempunyai inti, tidak berwarna, dapat bergerak secara ameboid (seperti amoeba) dan dapat menembus dinding pembuluh darah. Keluarnya sel darah putih dari pembuluh darah kapiler disebut dapedesis. Berdasarkan bentuknya, sel darah putih dalam tubuh ada lima macam yaitu: basophil, ersinofil, neurofil, monosit, dan limfosit. Sel darah putih dalam tubuh dapat bersift fagosit, artinya dapat melenyapkan bibit penyakit dengan cara memakannya. Sel darah putih dibentuk dalam sumsum merah, limpa, dan kelenjar getah bening. Dalam setiap satu millimeter kubik darah terdapat + 8000 sel darah putih.

3) Keping darah

Keping darah bentuknya tidak teratur dan tidak berinti. Dalam satu millimeter kubik darah terdapat + 250 ribu keping darah. Keping darah berfungsi dalam proses pembeluan darah. Jika mengalami luka berdarah, keping darah akan pecah dan mengeluarkan enzim tromboknase. Dengan bantuan kalsium dan vitamin K, trombokinase mengubah protrombin menjadi trombin. Trombin akan merangsang fibrinogen membentuk benang-benang fibrin yang menangkap dan menghalangi sel darah merah keluar dari pembuluh darah yang luka.

Fungsi darah yaitu: (1) sebagai alat pengangkut, (2) membunuh kuman penyakit, (3) membekukan darah, dan (4) menjaga suhu tubuh.

Pada tahun 1900, Karl Lansteiner menemukan 4 golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. Penggolongan itu didasarkan ada tidaknya aglutinogen yaitu sejenis protein yang terdapat di dalam sel darah merah. Bila darah merah seseorang mengandung aglutinogen A, maka golongan darah orang tersebut adalah A. Bila darah merah seseorang mengandung aglutinogen B, maka golongan darah orang tersebut adalah B. Bila darah merah seseorang mengandung aglutinogen A dan B, maka golongan darah orang tersebut adalah AB. Bila darah merah seseorang tidak mengandung aglutinogen, maka golongan darah orang tersebut adalah O. Selain aglutinogen ditemukan juga sejenis protein pada plasma darah yaitu agglutinin atau anti agglutinin A (anti A) dan agglutinin B (anti B). Bila anti A bertemu dengan aglutinogen A maka akan terjadi penggumpalan darah yang disebut aglutinasi. Bila anti B bertemu dengan aglutinogen B maka terjadi penggumpalan darah. Penggolongan darah sangat berguna dalam proses transfuse darah dari seseorang ke orang lain. Orang yang memberikan darahnya disebut donor darah, sedangkan orang yang menerima darah disebut resipien.

Pada manusia darah selalu beredar di dalam pembuluh darah. Oleh karena itu peredaran darahnya disebut peredaran darah tertutup. Darah dari bilik kanan yang banyak mengandung karbondioksida melalui pembuluh nadi paru-paru dipompa menuju ke paru-paru. Di paru-paru, darah melepaskan karbondioksida dan mengambil oksigen. Dari paru-paru darah yang banyak mengandung oksigen melalui pembuluh balik paru-paru kembali ke jantung bagian serambi kiri. Dari serambi kiri darah masuk ke bilik kiri. Melalui pembuluh nadi tubuh, darah dari bilik yang banyak mengandung oksigen dan mengambil karbondioksida. Dari sel-sel tubuh darah yang banyak mengandung karbondioksida melalui pembuluh balik tubuh dibawa ke serambi kanan.

Karena dalam satu kali peredarannya, darah melalui jantung dua kali maka peredaran darah manusia disebut peredaran darah rangkap atau ganda. Peredaran darah rangkap terdiri atas peredaran darah kecil (jantung – paru-paru – jantung) dan peredaran darah besar (jantung – seluruh tubuh - jantung).

d. Getah bening

Getah bening atau limfa adalah cairan yang berwarna kekuningan dan berisi sel-sel darah putih, keping darah, dan fibrinogen. Limfa berasal dari cairan jaringan tubuh yang tidak diserap oleh pembuluh darah, lalu masuk ke pembuluh limfa. Pembuluh limfa bercabang-cabang dan cabangnya yang halus terbuka ujungnya tidak berhubungan satu sama lain. Karena itu peredaran limfa disebut peredaran terbuka.

Di dalam tubuh, pembuluh limfa dibedakan menjadi dua yaitu pembuluh limfa kanan dan pembuluh limfa kiri. Pembuluh limfa kanan merupakan kumpulan pembuluh-pembuluh limfa yang berasal dari kepala, lengan, dan dada kanan. Sedangkan pembuluh limfa kiri merupakan kumpulan pembuluh-pembuluh limfa yang berasal dari kepala, lengan, dan dada kiri serta tubuh bagian bawah.

Pada percabangan pembuluh limfa umumnya terdapat bagian yang membesar, disebut kelenjar lmfa. Kelenjar limfa pada tubuh kita antara lain pada lipatan paha, leher, dan ketiak. Fungsi kelenjar limfa adalah sebagai tempat pembuatan sel darah putih dan menyaring kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Di dalam tubuh manusia terdapat alat tubuh yang fungsinya sama dengan kelenjar limfa, yaitu limpa dan tonsil. Limpa terdapat di dalam rongga perut di belakang lambung. Fungsi limpa adalah empat pembentukan sel darah putih, tempat membunuh kuman penyakit, tempat pembongkaran sel darah merah yang sudah mati dan tempat penimbunan darah.

Tonsil terletak pada dinding kiri dan kanan tenggorokan. Tonsil juga terdapat di rongga hidung bagian belakang. Fungsi tonsil adalah sebagai pertahanan terhadap kuman-kuman yang masuk melalui saluran pernapasan dan mencegah infeksi lebih lanjut dengan menghancurkan kuman-kuman penyakit

e. Penyakit pada sistem transportasi

Penyakit dalam sistem transportasi darah manusia antara lain:

1) Kelainan darah

a) Anemia yaitu darah tidak mampu membawa oksigen yang cukup bagi tubuh, disebabkan oleh kurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin yang membawa oksigen. Anemia pernisiosa yaitu rendahnya jumlah sel darah merah. Anemia sel sabit yaitu penyakit menurun yang disebabkan hemoglobin di dalam sel darah merah tidak sempurna.

b) Talasemia adalah penyakit kelainan darah yang menurun, sel darah merah tidak normal. Hal ini disebabkan kegagalan gen dalam memproduksi protein penyusun hemoglobin secara lengkap sehingga hemoglobin tidak sempurna. Akibatnya transportasi oksigen ke seluruh tubuh terganggu.

c) Leukemia yaitu sel darah putih jumlahnya meningkat pesat kemudia memakan sel darah merah.

d) Hemofili adalah penyakit menurun dimana darah sukar membeku.

2) Kelainan pembuluh darah

a) Varises terjadi pada pembuluh balik akibat tidak lancarnya aliran darah menuju jantung. Darah terkumpul di pembuluh balik (vena) yang menyebabkan vena melebar. Varises sering dijumpai di kaki.

b) Ambeien atau wasir yaitu mengembangnya pembuluh balik pada dubur.

c) Atheroskerosis terjadi apabila terdapat penumpukan lemak, kolesterol, gula dan berbagai bahan lainnya pada dinding, pembuluh arteri, sehingga menyempit. Penyempitan ini bila terjadi pada pembuluh arteri yang menuju ke otak dapat menyebabkan stroke.

3) Kelainan jantung

a) Jantung coroner karena arteri mengalami penyumbatan yang disebabkan terlalu banyaknya endapan dari kapur dan serabut yang tumbuh pada bagian dalam pembuluh darah.

b) Thrombosis kronir karena pembekuan darah di bagian arteri coroner, akibatnya aliran darah yang menuju jantung tersumbat.

c) Fibriasi atrium yaitu denyutan serambi jantung cepat dan tidak beraturan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar