Kamis, 12 April 2012

Kompensasi


  1. Pengertian Kompensasi
          Handoko (2001:155) menjelaskan bahwa kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Masalah kompensasi ini mungkin merupakan fungsi manajemen personalia yang paling sulit dan membingungkan. Karena pemberian kompensasi merupakan salah satu tugas yang paling kompleks, dan juga salah satu aspek yang paling berarti baik bagi karyawan maupun organisasi. Meskipun kompensasi harus mempunyai dasar yang logis, rasional, dan dapat dipertahankan, hal ini menyangkut banyak faktor emosional dari sudut pandangan para karyawan.
          Simamora (2007:541) menjelaskan bahwa kompensasi merupakan istilah luas yang berkaitan dengan imbalan-imbalan finansial yang diterima oleh orang-orang melalui hubungan kepegawaian mereka dengan sebuah organisasi. Pada  umumnya, bentuk kompensasi adalah finansial karena pengeluaran moneter yang dilakukan oleh organisasi. Pengeluaran-pengeluaran moneter seperti itu bisa segera atau tertangguh. Gaji mingguan atau bulanan karyawan adalah contoh dari pembayaran segera, sedangkan pensiun, pembagian laba, atau bonus melambangkan pembayaran tertangguh. Kompensasi bisa langsung, di mana uang langsung diberikan kepada karyawan, ataupun tidak langsung, di mana karyawan menerima kompensasi dalam bentuk nonmoneter.     
          Hasibuan (1990:133) mendefinisikan kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang atau barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.
          Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan oleh organisasi / perusahaan kepada karyawan, yang dapat bersifat finansial maupun non finansial, pada periode yang tetap. Sistem kompensasi yang baik akan mampu memberikan kepuasan bagi karyawan dan memungkinkan perusahaan memperoleh, mempekerjakan, dan mempertahankan karyawan (Aidia, 2011:1)..
          Bagi organisasi / perusahaan, kompensasi memiliki arti penting karena kompensasi mencerminkan upaya organisasi dalam mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Pengalaman menunjukkan bahwa kompensasi yang tidak memadai dapat menurunkan prestasi kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja karyawan, bahkan dapat menyebabkan karyawan yang potensial keluar dari perusahaan.
          Dapat disimpulkan bahwa kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka baik secdara langsung maupun tidak langsung.
b.      Macam-Macam Kompensasi
          Hasibuan (1990:133) menyebutkan macam-macam kompensasi secara garis besar ada dua yaitu: (a) kompensasi langsung berupa gaji, upah, upah insentif, dan (b) kompensasi tidak langsung atau kesejahteraan karyawan seperti: tunjangan hari raya, uang pensiun, pakaian dinas, kafetaria, mushala, olah raga, darma wisata, dan lain-lain.
          Simamora (2007:542) menjelaskan macam-macam kompensasi sebagai berikut.
Finansial
1)      Langsung :
a)      Bayaran pokok : gaji, upah
b)      Bayaran prestasi
c)      Bayaran insentif : bonus, komisi, pembagian laba, opsi saham
d)      Bayaran tertangguh : program tabungan, anuitas pembelian saham
2)      Tidak langsung
a)      Program proteksi : asuransi kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja.
b)      Bayaran di luar jam kerja : liburan, hari besar, cuti tahunan, cuti hamil.
c)      Fasilitas-fasilitas : kendaraan, ruang kantor, tempat parkir.
Nonfinansial
1)      Pekerjaan : tugas-tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan, rasa pencapaian.
2)      Lingkungan pekerjaan : kebijakan-kebijakan yang sehat, kerabat kerja yang menyenangkan, lingkungan kerja yang nyaman.
          Dapat disimpulkan bahwa macam-macam kompensasi meliputi kompensasi finansial maupun nonfinansial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar