Jumat, 28 Januari 2011

APA ITU MEMORI JANGKA PENDEK DAN MEMORI JANGKA PANJANG?


Penelitian telah menunjukkan bahwa memori terbagi dalam beberapa jenis. Masing-masing memori memiliki mekanisme unik dalam menyimpan informasi. Hal yang patut dicatat adalah walaupun terbagi-bagi dalam beberapa jenis, setiap jenis memori terhubung satu sama lain. Pengaktifan salah satu jenis memori akan mengaktifkan memori jenis lainnya. Hal ini memungkinkan sebuah informasi dapat disimpan di beberapa tempat penyimpanan memori yang berbeda. Berarti, apabila kita mampu menyimpan informasi tersebut dalam berbagai jenis memori, akan memudahkan untuk mengakses kembali informasi tersebut, kapan pun dibutuhkan (Harianti, 2008: 10).

a. Memori Jangka Pendek

Memori jenis pertama sudah dibahas sebelumnya, yaitu memori jangka pendek (immediate memory). Memori ini memiliki 7 kapasitas memori (+ dua) dan berdurasi sekitar 15-30 detik. Dengan kata lain, seorang dewasa mampu mengingat 5-9 kapasitas memori selama kurang lebih 15 hingga 30 detik.

Jumlah angka pada nomor telepon (lokal telkom) berjumlah tidak lebih dari 9 digit. Angka 7 merupakan sebuah keterbatasan biologis yang nyata pada ingatan jangka pendek seseorang. Ketika sebuah deretan angka lebih dari 7, akan sulit bagi seseorang untuk mengingat deretan angka tersebut. Sering seseorang harus mengelompokkan terlebih dahulu angka-angka tersebut menjadi beberapa kelompok agar memudahkan untuk mengingatnya.

Memori jangka pendek memang memiliki keterbatasan, tidak hanya dalam hal kapasitas memori yang dapat diingat, tetapi juga durasinya. Durasi jenis memori ini yang hanya berkisar antara 15 hingga 30 detik akan membuat memori ini hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara informasi yang akan diolah. Namun, apabila Seseorangsering melakukan “pengulangan” dalam mengakses informasi, kemungkinan besar informasi tersebut akan masuk ke dalam jenis memori lainnya, yaitu memori kerja (working memory).

Memori jangka pendek merupakan suatu proses aktif. Mengulang ulang nomor telepon rekan sampai Seseorangdapat mengingatnya merupakan salah satu contoh yang bisa dilakukan. Sebenarnya, Seseorangbisa memberikan “perlakuan” yang tepat pada jenis memori ini. I)alam hal ini, yang perlu dilakukan pada saat ingin mengingat sebuah informasi yang baru saja diterima, Seseorangdapat langsung mengaitkan otau mengasosiasikannya dengan hal-hal tertentu. Setelah berhasil memberikan “perlakuan” yang tepat, Seseorangakan dapat memanggil kembali informasi tersebut kapan pun Seseorangmembutuhkannya. Beberapa “perlakuan” terhadap memori ini akan dibahas lebih mendalam pada bagian berikutnya.

b. Memori Kerja

Jenis memori kedua adalah memori kerja (working memory). Memori ini dapat menyimpan informasi mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam kemudian. Biasanya, memori Kerja berfungsi mengubah informasi, tetap menjejaki perubahan dan memperbarui memori, pemanggilan kembali informasi, membuat perbandingan, dan membagi perhatian. Dari beberapa penelitian, disebutkan bahwa terclapat korelasi besar yang cukup positif antara efisiensi memori kerja dengan kemampuan kognitif umum. Ini berarti bahwa seseorang yang memiliki memori kerja yang baik cenderung memiliki kemampuan kognitif di atas rata-rata. Kemampuan menyimpan informasi yang dilakukan oleh memori kerja memungkinkan informasi tersebut masuk ke dalam memori jangka panjang. Kemampuan memori kerja dalam menyimpan informasi sangat bergantung pada usia. Semakin berumur, semakin besar kapasitas memori kerja seseorang.

c. Memori Perantara

Memori perantara merupakan jenis memori yang ketiga. Dalam hal ini, informasi yang telah keluar dari memori jangka pendek dan memori kerja, emudian masuk ke tempat penampungan sementara yang disebut memori perantara. Mungkin kita menganggap bahwa apabila sebuah informasi telah diproses dan tidak dibutuhkan lagi informasi tersebut akan hilang. Sebenarnya, informasi tersebut akan ditransfer ke memori jangka panjang pada saat kita tidur.

d. Memori Jangka Panjang

Jenismemori terakhir adalah memori jangka panjang. Memori ini adalah tidak terbatas dan berdurasi selamanya! Seseorang tentu dapat membayangkan betapa hebatnya dirinya apabila mampu menggunakan jenis memori ini secara maksimal.

Ada yang membagi memori jangka panjang menjadi memori non deklaratif (implisit) dan memori deklaratif (eksplisit). Pendapat lainnya membagi memori jangka panjang menjadi dua macam, yaitu memori episodik dan memori semantik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar